Minggu, 08 April 2018

CERMIN CEKUNG

CERMIN CEKUNG


Related image

Pengertian Cermin Cekung


Cermin  cekung  adalah cermin  yang  permukaannya  melengkung  ke  arah  dalam.  Kita bisa menemukan contoh yang hampir mirip dengan cermin cekung, yaitu pada permukaan sendok bagian dalam atau bagian reflektor sebuah senter.

Pada  cermin  cekung  terdapat  beberapa  titik  penting, yaitu  titik  fokus  (F),  titik  pusat kelengkungan  (C),  dan  titik  pusat  optik  (A).  Pada  cermin  cekung,  jarak  antara  titik  pusat  optik  terhadap  titik  pusat  kelengkungan  dinamakan  jari-jari  kelengkungan  (R),  dan  nilainya  positif. Panjang jari-jari kelengkungan cermin cekung adalah 2 kali panjang jarak fokus. Pada cermin cekung, nilai F (jarak fokus ke cermin) dan jarak R (jari-jari kelengkungan cermin) bernilai positif.

Sifat Cermin Cekung


Di bawah ini digambarkan cermin cekung akan mengumpulkan sinar pantul (konvergen).

Cermin Cekung (Pengertian, Sifat, Bayangan, Rumus, dan Contoh)
Cermin cekung memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
a. Cermin cekung akan memantulkan sinar-sinar sejajar menuju titik fokusnya.
b. Cermin cekung bersifat mengumpulkan cahaya atau disebut konvergen.

Sinar Istimewa pada Cermin Cekung

Cermin Cekung (Pengertian, Sifat, Bayangan, Rumus, dan Contoh)

Sinar-sinar istimewa pada cermin cekung dapat di artikan sebagai berikut :

a. sinar datang yang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus,
b. sinar datang yang melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama, dan
c. sinar datang yang melalui pusat kelengkungan cermin dipantulkan melalui jalan semula (pusat kelengkungan).

Pembentukan Bayangan pada Cermin Cekung


Pembagian Ruang pada Cermin Cekung :

a. Ruang I : ruang antara cermin dengan F (F = titik fokus)
b. Ruang II : ruang antara F dengan C (C = pusat kelengkungan)
c. Ruang III : ruang diluar titik C cermin cekung
d. Ruang IV : ruang di belakang cermin

Sifa-sifat bayangan yang dibentuk pada cermin cekung adalah sebagai berikut :

1. Benda Berada Di Ruang I

Cermin Cekung (Pengertian, Sifat, Bayangan, Rumus, dan Contoh)

Sifat bayangan :  maya, tegak, diperbesar

2. Benda Berada Di Ruang II

Cermin Cekung (Pengertian, Sifat, Bayangan, Rumus, dan Contoh)


Sifat bayangan : Nyata, terbalik, diperbesar

3. Benda berada Di Ruang III
Cermin Cekung (Pengertian, Sifat, Bayangan, Rumus, dan Contoh)


Sifat bayangan : nyata, terbalik, diperkecil

4. Benda tepat berada di pusat kelengkungan (C)


Sifat bayangan : nyata, terbalik, sama besar. 

Apa pengertian dan perbedaan sifat bayangan nyata dan maya?

  • Bayangan Nyata adalah bayangan yang terjadi karena perpotongan sinar-sinar pantul.Bayangan nyata terletak atau berada di depan cermin, tidak dapat dilihat langsung oleh mata, tetapi dapat ditangkap oleh layar.
  • Bayangan Maya adalah bayangan yang terjadi karena perpotongan perpanjangan sinar-sinar pantul. Bayangan maya terletak atau berada di belakang cermin, dapat dilihat oleh mata secara langsung, akan tetapi tidak dapat ditangkap oleh layar.

Rumus Cermin Cekung


Cermin cekung berfokus positif, apabila anda memiliki benda dengan jarak S dari cermin maka anda bisa mencari jarak bayangan dengan menggunakan rumus


contoh soal cermin cekung

Keterangan :

    s adalah jarak benda dari cermin
    s’ adalah jarak bayangan
    f adalah fokus cermin

Sedangkan untuk mencari pembesaran bayangan anda bisa menggunakan rumus dibawah ini :

Contoh soal cermin cekung
Keterangan

    s adalah jarak benda dari cermin
    s’ adalah jarak bayangan
    h’ adalah tinggi dari bayangan
    h adalah tinggi benda

Contoh Soal Cermin Cekung

1. Sebuah benda setinggi 1cm di depan cermin cekung dengan fokus 2cm, jika benda berada pada jarak 3 cm, tentukan:
  • Jarak Bayangan (S’)
  • Perbesaran
  • Tinggi Bayangan (h’)
  • Sifat bayangan
Jawab :
Jarak Bayangan:
1/f = 1/s +1/s’
1/2 = 1/3 + 1/s’
1/s’ = 1/2-1/3
1/s’ = 3/6-2/6
1/s’ = 1/6
s’ = 6 cm
Perbesaran
M = S’/s = 6/3 = 2 kali
Tinggi Bayangan
M = h’/h
2 = h’/1|
h’ = 2 cm

Sifat bayangan: nyata, terbalik, diperbesar


Manfaat dan penerapan cermin cekung di kehidupan sehari-hari contohnya:
  1. Sebagai antena parabola untuk menerima sinyal radio
  2. Sebagai pengumpul sinar matahari di PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya)
  3. Sebagai pemantul pada lampu mobil
  4. Sebagai pemantul pada berbagai lampu sorot / senter.



SUMBER:

http://www.artikelmateri.com/2017/09/cermin-cekung-pengertian-sifat-bayangan-rumus-contoh.html

TARIAN TRADISIONAL YANG ADA DI INDONESIA

        TARIAN TRADISIONAL YANG ADA DI INDONESIA


Macam-macam Tarian Daerah dan Penjelasannya 
Di Indonesia ada berbagai macam kebudayaan tradisional yang berbeda-beda untuk setiap daerahnya. Salah satu contoh kebudayaan daerah di Indonesia yang beraneka ragam adalah tarian.
Tarian merupakan gerakan tubuh yang dilakukan pada waktu dan tempat tertentu sebagai bentuk pergaulan, ungkapan perasaan, maksud dan pikiran secara berirama. Hampir setiap provinsi memiliki jenis kebudayaan tari  yang berbeda-beda.
Macam-macam Tarian Tradisional Daerah Indoensia dan Penjelasannya Tarian Pakarena

Meskipun banyak perbedaan antara tarian satu dengan tarian yang lain, masing-masing tarian mempunyai daya tarik dan keunikan sendiri-sendiri. Justru dengan adanya jenis tarian tadisional daerah yang beraneka ragam dan tersebar di seluruh penjuru tanah air, bangsa Indonesia menjadi negara yang terkenal dan terbaik akan kekayaan tari-tarian, budaya serta kesenian tradisional yang dimilikinya.
Nah diantara banyaknya jenis tarian yang hampir setiap daerah memilikinya, disini kita akan membahas beberapa jenis tarian yang sudah terkenal di negara kita tercinta ini. Diantara jenis tarian-tarian tersebut adalah:
1. Tarian Bedhaya Ketawang dari Daerah Jawa Tengah
Macam-macam Tarian Daerah Tradisional Indonesia dan Penjelasannya Tarian Bedhaya Ketawang dari Jawa Tengah

Tarian tradisional daerah yang pertama yaitu Bedhaya Ketawang. Nama tarian ini berasal dari dua suku kata yang berbeda.
Setiap kosakatanya juga mengandung arti yang berbeda yakni “bedhaya”  yang memiliki arti penari wanita sedangkan ketawang artinya  langit.
Apabila dua suku kata tersebut disatukan maka makna yang dimaksud adalah penari wanita yang berasal dari istana langit. Biasanya tarian bedhaya ketawang di pertunjukkan hanya untuk acara resmi dengan tujuan menghibur pada hadirin. Untuk sejarah dari tarian bedhaya ketwang ini bercerita tentang hubungan Ratu Kidul atau yang biasa kita sebut sebagai Nyai Roro Kidul.
Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat, apabila ada yang membawakan tarian bedhaya ketawang maka Nyai Roro Kidul akan mendatangi tempat dimana tarian tersebut dibawakan serta ikut menari. Pada umumnya tarian bedhaya ketawang dibawakn oleh sembilan orang penari wanita.
Dimana angka sembilan yang dipilih ini untuk melambangkan Wali Songo. Namun ada juga yang berpendapat bahwa sembilan ini berasal dari arah mata angin.
Adapun busana yanng dikenakan para penari adalah menggunakan busana pengantin Adat Jawa. Para penari memakai gelung besar (konde) pada kepala mereka. Selain konde para penari juga memakai aksesoris Jawa lainnnya seperti sisir jeram saajar, garudha  mungkur, centhung, cundhuk mentul dan tiba dhadha. Untuk mengikuti tarian ini pun para penari wanita diusahakan tidak sedang keadaan haid.
Apabila tarian bedhaya ketawang sedang show biasanya diiringi dengan musik gendhing ketawang gede atau bisa juga dengan memakai musik gamelan.

2. Tarian Gambyong dari Daerah Jawa Tengah

nama nama tarian daerah tradisional Indonesia dan maknanya Tarian Gambyong anak dari daerah Jawa Tengah

Tarian Gambyong merupakan tarian tradisional yang berasal dari daerah Surakarta. Pada awalnya tarian gambyong merupakan tarian rakyat untuk memeriahkan suasane ketika musim panen padi.
Namun untuk saat ini tarian gambyong juga dipakai untuk acara sakral dan sekaligus sebagai penghormatan kepada tamu.
Untuk sejarahnya, nama Gambyong ini diambil dari salah satu nama penari wanita jaman dulu yakni Sri Gambyong.
Penari wanita tersebut memiliki suara emas dan tubuh yang lentur sehingga dengan kedua bakat yang dimilkinya, nama Gambyong bisa cepat terkenal dan diminati oleh banyak orang.
Hingga pada suatu hari nama gambyong itu terdengar di telinga Sultan Paku Buono IV dan membuat ia diundang sang raja untuk menari di istana.
Sesuai dengan ketenarannya, Sri Gambyong berhasil membuat seluruh warga istana terpikat dengan tariannya. Tidak berhenti disini, tariannya pun dipelajari dan dikembangkan di istana hingga akhirnya dinobatkan sabagai tarian khas istana.
Untuk busana yang biasa digunakan ialah busana kembem sebahu yanng dilengkapi dengan selendang. Sedangkan untuk jumlah penarinya tidak disyaratkan.
Pada dasarnya tarian gambyong sangat identik dengan warna hijau dan kuning. Namun seiring dengan perkembangan zaman, warna bukanlah sesuatu  hal mendasar yang tidak dapat diubah meskipun pada hakikatnya warna juga dapat menjadi iri khas.
Untuk musik yang biasa digunakan untuk mengiringi tarian gambyong ialah musik gamelan seperti kendhang, gong dan kenong.

3. Tarian Saman dari Daerah Nanggroë Aceh Darussalam

Nama tarian daerah tradisional Indonesia dan maknanya Tarian Saman dari Provinsi Aceh

Pada awalnya tarian tradisional saman dari Aceh merupakan tarian etnis Suku Gayo. Dimana Suku Gayo ini merupakan ras tertua di pesisir Aceh pada masa itu. Pada mulanya Tarian Saman bertujuan sebagai media dakwah untuk menyebarkan agama Islam.

Seiring berjalannya waktu, saat ini Tarian Saman bersifat hiburan dan lebih sering dibawakan untuk mengisi festival kesenian bahkan sampai ke luar negeri.

4. Tarian Kecak dari Daerah Bali

nama nama Tarian Daerah tradisional Indonesia dan Penjelasannya Tarian Kecak dari Provinsi Bali
Tarian Kecak merupakan salah satu jenis tarian tradisional daerah yang berasal dari Bali. Tarian Kecak pertama kali diciptakan oleh seorang penari sekaligus seniman dari Bali Wayan Limbak pada tahun 1930.
Dalam mencetuskan Tarian Kecak, Wayan Limbak dibantu oleh rekan akrabnya yang sama-sama seorang seniman bernama Walter Spies.
Beliau merupakan seorang seniman dalam bidang seni lukis yang berasal dari negara Jerman. Mereka berdualah yang memiliki peran penting dalam berkembangnya Tarian Kecak sampai terkenal seperti saat ini.
5. Tarian  Piring dari Daerah Minangkabau Sumatra Barat
Nama nama tarian daerah tradisional Indonesia Tari Piring dari Mianangkabau provinsi  Sumatra Barat

Tari Piring atau dalam bahasa Minangkabau sering disebut dengan Tarian Piriang ialah salah satu seni tari tradisional Minangkabau yang berasal dari Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tarian Piring dibawakan dengan menggunakan alat bantu piring sebagai media utama.
Cara memainkannya ialah degan mengayunkan piring-piring tersebut dengan gerakan-gerakan yang  cepat dan teratur. Dengan catatan piring tersebut tidak lepas dari genggaman tangan. Tari Piring ini merupakan salah satu simbol dari masyarakat Minangkabau.

6. Tarian Kipas Pakarena dari Daerah Gowa Sulawesi Selatan

nama nama tarian daerah tradisional indonesia dan maknanya Tarian kipas pakarena dari daerah gowa provinsi sulawesi selatan

Tari Kipas Pakarena merupakan salah satu tarian tradisional daerah yang berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan.
Tarian Kipas Pakarena dimainkan oleh para penari perempuan ataupun laki-laki dengan mengenakan busana adat Miangkabau. Mereka menari dengan gerakan yang khas Minangkabau serta menggunakan kipas sebagai atribut untuk menarinya.
Tarian Kipas Pakarena termasuk salah satu tarian tradisional daerah yang cukup ternama di Sulawesi Selatan, khususnya di daerah Gowa.
Tarian Kipas Pakarena juga sering dimainkan pada berbagai acara-acara hiburan maupun yang bersifat adat, bahkan tarian ini juga sebagai salah satu daya tarik tersendiri untuk wisata di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Gowa.

Sejarah Asal -usul Tarian Kipas Pakarena

Menurut sejarah yang ada, Tarian Kipas Pakarena adalah salah satu tarian peninggalan dari Kerajaan Gowa di wilayah Gowa, Sulawesi Selatan. Kerajaan Gowa ini awalnya pernah berjaya berabad-abad di daerah Sulawesi bagian selatan.
Sehingga kebudayaan yang ada di daerah Gowa pada saat itu sangat berpengaruh terhadap corak budaya masyarakat Gowa pada saat sekarang ini.
Salah satunya ialah Tari Kipas Pakarena. Nama ini dambil dari kata “karena” yang artinya “main”. Sehingga seni tarian ini juga bisa diartikan sebagai tarian yang memainkan kipas.
Tarian Kipas Pakarena kemudian diwariskan secara turun temurun hingga menjadi sebuah tradisi yang sampai sekarang ini masih dipertahankan oleh masyarakat sekitar.
Asal usul sejarah dari Tarian Kipas Pakarena ini sebenarnya masih belum dapat diketahui secara pasti. Akan tetapi berdasarkan mitos masyarakat daerah Gowa, tarian Kipas Pakarena berawal dari kisah perpisahannya antara penghuni khayangan (boting langi) dan penghuni (pengguni lino) pada zaman dahulu.
Konon katanya sebelum berpisah, mereka (penghuni boting langi dan lino) sempat mengajarkan bagaimana cara menjalani hidup seperti beternak, bercocok tanam dan berburu kepada penghuni bumi.
Ajaran itu diberikan melalui gerakan-gerakan badan dan kaki atau dalam istilah kita sebuah tarian. Kemudian gerakan-gerakan badan dan kaki tersebut digunakan penghuni lino sebagai ritual adat mereka

7. Tarian Nandak Ganjen dari Betawi atau Jakarta

nama nama tarian daerah tradisional Indonesia dan maknanya Tari Nandak Ganjen dari Betawi atau provinsi Jakarta

Pada umumnya sebuah tarian tradisional akan mengangkat dari kisah-kisah legenda yang ada di masyarakat lokal hingga kejadian situasional di dalam sebuah tatanan kehidupan masyarakat itu sendiri.
Tari Nandak Ganjena adalah salah satu tarian tradisional yang cukup kondang, kreasi dari masyarakat Betawi atau yang kita kenal dengan nama Jakarta.
Artikulasi dari tarian Nandak Ganjen apabila ditinjau berdasarkan dari nama tarian tersebut berasal dari dua suku kata yang berbeda yakni Nandak dalam bahasa Betawi maksutnya ialah menari sedangkan Ganjen merupakan sebuah istilah populer di Jakarta yang artinya centil atau genit.
Tarian Nandak Ganjen untuk pertama kalinya diciptakan oleh seorang seniman dari Betawi yang juga merupakan putra Betawi asli.
Beliau adalah Sukirman atau lebih akrab dipanggil Bang Ntong yang telah menekuni dunia sejak tahun 1970 khusunya kesenian Topeng Betawi dan Gambang Kromong. Dalam kesehariannya Bang Ntong ini sebagai Ketua dari sebuah Grup musik Gambang Kromong Ratna Sari.
Selain sebagai ketua sebuah grup seni musik, Bang Ntong juga seorang pemerhati kelestarian terhadap kesenian masyarakat Betawi.
Awal Bang Ntong menciptakan Tari Nandak Ganjen adalah inspirasi dari sebuah pantun. Sinopsis dari pantun tersebut berbunyi kurang lebih seperti ini: “Buah cempedak buah durian, sambil nandak cari perhatian”.
Bang Ntong melanjutkan bahwa Tarian Nandak Ganjen yang beliau ciptakan pada tahun 2000 tersebut adalah sebuah tarian yang bercerita tentang seorang gadis belia baru beranjak dewasa. Dalam istilah gaul dan modern di Indonesia ialah seorang Anak Baru Gede (ABG).
Dimana ketika dalam proses peralihan masa tersebut mulai terlihat keceriaan seorang remaja yang dibarengi dengan kecentilan.
Akan tetapi kecentilan-kecentilan tersebut berujung pada tindakan konyol dan lucu sehingga dapat membuat siapapun yang melihatnya tersenyum-senyum sendiri.

8. Tarian Serimpi, Tarian Tradisional Daerah di Indonesia dari Yogyakarta

Tarian Serimpi, Tarian Tradisional Daerah di Indonesia dari provinsi Yogyakarta


Salah satu tarian tradisional daerah Yogyakarta yang sangat terkenal ialah tarian Serimpi. Biasanya tarian ini di bawakan oleh empat orang perempuan berparas cantik nan anggun.
Lemah gemulai pada setiap gerakan yang dilakukan oleh para penari menggambarkan kesopanan dan perilaku santun yang dimiliki oleh masyarakat sekitar.
Berdasarkan sejarah yang umum diketahui, Tarian Serimpi ini telah ada sejak zaman kejayaan Kerajaan Mataran ketika dipimpim oleh Sultan Agung.
Pada saat itu Tarian Serimpi merupakan tarian sakral yang hanya dipertunjukkan pada lingkungan Keraton Yogyakarta saat ada acara resmi kenegaraan atau peringatan kenaikan tahta pada Sultan.
Sehingga para penarinya pun merupakan orang-orang tetentu yang telah dipilih oleh keluarga Kerajaan.
Akan tetapi semenjak terjadinya perpecahan Kerajaan Mataran hingga menjadi dua belah pihak yakni Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta, Tarian Serimpi mulai mengalami perubahan.
Meskipun terjadi perubahan dari segi gerakan, Tarian Serimpi ini masih memilki inti atau makna tarian yang sama.
Manfaat Output Seni Tari 

Secara Output kesenian tari dapat dibedakan menjadi dua kelompok manfaat yakni sebagai hiburan dan sebagai komunikasi. Adapun penjelasanya adalah sebagai berikut:

1. Manfaat tari sebagai hiburan

Berbagai macam tarian tradisional yang ada di Indonesia seperti tari piring, kipas, jaipong, yapong, saman, pendet, kecak, tari topeng, gambyong, barong, tari sekapur sirih dan lain sebagainya memang memiliki manfaat sebagai hiburan. Maksud dari hiburan disini jelas dapat kita katakan bahwa adanya tarian-tarian yang dilakukan oleh seseorang maupun sekelompok orang tentu akan memberikan hiburan bagi para penonton. Tak heran jika berbagai jenis tarian baik tarian tradisional maupun tari gaya baru sering ditampilkan di panggung pentas guna memberikan hiburan bagi para penonton.

2. Manfaat tari sebagai komunikasi

Dilain sisi, tari-tarian yang ditampilkan dalam suatu acara tertentu memiliki nilai komunikatif terhadap orang yang melihatnya. Untuk lebih jelasnya dapat kita contohkan Tari Kipas dari Gowa.

Disamping mengenakan busana khas Gowa properti utama yang digunakan dalam tarian ini ialah kipas. Selain hal tersebut gerakan-gerakan dalam Tarian Kipas memiliki makna dan filosofi yang menggambarkan sifat seorang wanita berdarah Gowa yang lemah lembut, setia terhadap pasangan, serta sangat menghormati laki-laki khususnya pasangannya.

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa gerakan-gerakan dalam tarian memiliki pesan tertentu untuk disampaikan kepada orang lain atau para penikmat. Dengan adanya komunikasi yang disampaikan melalui gerakan tari inilah diharapkan para penikmat mampu menerjemahkan ke dalam situasi dan kondisi tertentu yang tengah terjadi atau di alami oleh seseorang di wilayah tertentu. Tak heran jika tari juga kerap disebut sebagai alat komunikasi.

Manfaat Input


Selain dari kedua manfaat di atas tentunya seni tari juga memiliki manfaat secara input atau bagi para penari dalam kehidupan sehari-hari, adapun manfaat tari bagi para personil penari dapat kita sampaikan sebagai berikut.

1. Memberikan ketrampilan khusus

Sebagaimana telah kita baca dalam pengertian seni tari di awal artikel tadi, gerakan-gerakan dalam tarian tentu akan menambahkan ketrampilan khusus bagi para penari baik dalam bentuk tarian tradisional, maupun tarian seperti Tari Piring, Kipas, Jaipong, Yapong, Saman, Pendet, Kecak, Tari Topeng, Gambyong, Barong, Tari Sekapur Sirih maupun tarian yang telah mengalami inovasi yang kemudian disebut dengan tari gaya baru.

Dengan demikian semakin banyak seorang penari menguasai gerakan tari tradisionalmaupun tari gaya baru maka dapat dikatakan ketrampilan nya bertambah.

2. Memberikan kepuasan

Dengan memiliki ketrampilan serta dapat memberikan hiburan terhadap orang lain dengan gerakan tari secara otomatis seorang penari merasakan puas akan hasil dari usaha yang telah dilakukannya selama ini. Tak hayal jika tari dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi para personilnya.

3. Menyehatkan tubuh

Meskipun tarian tidak termasuk dari salah satu cabang olahraga, namun gerakan serta metode yang ada didalamnya diyakini dapat membatu tubuh kita untuk senantiasa terjaga dalam kondisi sehat.

Secara logika seseorang yang lebih banyak bergerak akan memiliki tubuh yang lebih sehat bahkan diyakini kuat dengan menari secara teratur tubuh kita akan menjadi langsing. Jika tidak percaya coba saja kita lihat penari mana yang memiliki tubuh gemuk atau obesitas? Jikapun ada maka jumlahnya tidak akan lebih dari 50%.

4. Meningkatkan sikap koordinasi

Meskipun tidak tercantum dalam pengertian seni tari, namun tidak dapat dipungkiri bahwa dengan melakukan tarian khususnya tarian yang dilakukan secara kelompok tentunya akan meningkatkan sikap koordinasi di masing-masing personil.

Dan bukan hal yang mustahil bagi para penari memiliki kemampuan lebih dalam hal empati terhadap orang lain, kepedulian kepada sesama, bahkan dapat membaca gerak tubuh seseorang.

SUMBER:
https://masbidin.net/macam-macam-tarian-daerah-dan-penjelasannya/
http://www.senitari.com/2015/07/pengertian-seni-tari-beserta-manfaatnya.html

                               Related image

Sabtu, 31 Maret 2018

PROSES MASUKNYA BANGSA BARAT KE INDONESIA

PROSES MASUKNYA BANGSA BARAT KE INDONESIA

Di dalam sejarah bangsa-bangsa di dunia dikenal adanya masa penjelajahan samudra. Aktivitas  penjelajahan samudra ini dalam rangka untuk menemukan dunia baru. Aktivitas penemuan dunia baru ini tidak terlepas dari motivasi dan keinginannya untuk survive, memenuhi kepuasan dan kejayaan dalam kehidupan di dunia.
Bahkan bukan sekedar motivasi, tetapi juga muncul nafsu untuk menguasai dunia baru itu demi memperoleh keuntungan ekonomi dan kejayaan politik. Pertanyaannya adalah daerah mana yang dimaksud dunia baru itu?
Yang dimaksud dunia baru waktu itu pada mulanya adalah wilayah atau bagian dunia yang ada di sebelah timur (timurnya Eropa) sebagai penghasil bahan-bahan yang sangat diperlukan dan digemari oleh bangsa-bangsa Eropa. Bahan-bahan yang dimaksudkan itu adalah rempah-rempah seperti cengkih, lada, pala, dan lain-lain.
Mengapa orang-orang Eropa sangat memerlukan rempah-rempah? Orang-orang Eropa berusaha sekuat tenaga untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah. Rempah-rempah ini menjadi komoditas perdagangan yang sangat laris di Eropa. Daerah yang menghasilkan rempah-rempah itu tidak lain adalah Kepulauan Nusantara.
Orang-orang Eropa menyebut daerah itu dengan nama Hindia. Bagaikan “memburu mutiara dari timur”, orang-orang Eropa berusaha datang ke Kepulauan Nusantara untuk mendapatkan rempah-rempah. Namun dalam konteks penemuan dunia baru itu kemudian tidak hanya Kepulauan Nusantara saja tetapi juga daerah-daerah lain yang ditemukan orang-orang Eropa pada periode penjelajahan samudra, misalnya Amerika, dan daerah-daerah lain di Asia.
Sejarah umat manusia sudah sejak lama mengglobal. Peristiwa sejarah di suatu tempat sangat mungkin terpengaruh atau menjadi dampak dari peristiwa lain yang terjadi di tempat yang cukup jauh. Begitu juga peristiwa kedatangan bangsa Barat      ke Indonesia dilatarbelakangi oleh peristiwa-peristiwa yang jauh dari Indonesia, misalnya peristiwa jatuhnya Konstantinopel di kawasan Laut Tengah pada tahun 1453. Serangkaian penemuan        di bidang teknologi juga       merupakan faktor penting untuk melakukan pelayaran bagi bangsa-bangsa Barat menuju Tanah Hindia/Kepulauan Nusantara. Sementara itu semangat dan dorongan untuk melanjutkan Perang Salib disebut-sebut juga ikut mendorong kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia.

LATAR BELAKANG BANGSA EROPA DATANG KE INDONESIA

Hindia Timur atau Indonesia telah lama dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah seperti vanili, lada, dan cengkeh. Rempah-rempah ini digunakan untuk mengawet makanan, bumbu masakan, bahkan obat. Karena kegunaannya, rempah-rempah ini sangat laku di pasaran dan harganya pun mahal. Hal ini mendorong para pedagang Asia Barat datang dan memonopoli perdagangan rempah-rempah. Mereka membeli bahan-bahan ini dari para petani di Indonesia dan menjualnya kepada para pedagang Erop
Namun, jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453 ke Turki Utsmani mengakibatkan pasokan rempah-rempah ke wilayah Eropa terputus. Hal ini dikarenakan boikot yang dilakukan oleh Turki Utsmani. Situasi ini mendorong orang-orang Eropa menjelajahi jalur pelayaran ke wilayah yang banyak memiliki bahan rempah-rempah, termasuk kepulauan Nusantara (Indonesia). Dalam perkembangannya, mereka tidak saja berdagang, tetapi juga menguasai sumber rempah-rempah di negara penghasil. Dimulailah era kolonialisasi Barat di Asia.
SEBAB DAN TUJUAN KEDATANGAN BANGSA BARAT
Secara umum, kedatangan bangsa Eropa ke Asia termasuk ke Indonesia dilandasi keinginan mereka untuk berdagang, menyalurkan jiwa penjelajah, dan menyebarkan agama. Adapun sebab dan tujuan bangsa Eropa ke dunia Timur adalah sebagai berikut :
  • Mencari kekayaan termasuk berdagang
  • Menyalurkan jiwa penjelajah
  • Meyakini Keberadaan Prester John
  • Menyebarkan agama
  • Mencari kemuliaan bangsa
Pada awalnya, tujuan kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia hanya untuk membeli rempah-rempah dari para petani Indonesia. Namun, dengan semakin meningkatnya kebutuhan industri di Eropa akan rempah-rempah, mereka kemudian mengklaim daerah-daerah yang mereka kunjungi sebagai daerah kekuasaannya. Di tempat-tempat ini, bangsa Eropa memonopoli perdagangan rempah-rempah dan mengeruk kekayaan alam sebanyak mungkin. Untuk memperoleh hak monopoli perdagangan ini, bangsa Eropa tidak jarang melakukan pemaksaan. Penguasaan sering dilakukan terhadap para penguasa setempat melalui suatu perjanjian yang umumnya menguntungkan bangsa Eropa.
Selain itu, mereka selalu turut campur dalam urusan politik suatu daerah, mengadu domba berbagai kelompok masyarakat dan kemudian mendukung salah satunya. Dengan cara seperti ini, mereka dengan mudah dapat mempengaruhi penguasa untuk memberikan hak-hak istimewa dalam berdagang.
FAKTOR PENDORONG DATANGNYA BANGSA EROPA KE INDONESIA
  • Sejak abad ke -13, rempah-rempah merupakan bahan dagang yang sangat menguntungkan, sehingga mendorong orang-orang Eropa berusaha mencari harta kekayaan ini sekalipun menjelajah semudera.
  • Adanya jiwa penjelajah Bangsa Eropa, terutama untuk menemukan daerah-daerah baru. Mereka yakin bahwa jika berlayar ke satu arah, maka mereka akan kembali ke tempat semula.
  • Keyakinan orang-orang Eropa terutama Protugis dan Spanyol bahwa di luar Eropa ada Prestor John (kerajaan dan penduduknya beragama Kristen). Oleh karena itu, mereka berani berlayar jauh. Mereka yakin akan bertemu dengan orang-orang seagama.
  • Orang-orang Eropa yang sebagian besar beragama Kristen terdorong pula untuk pergi ke mana pun guna mewartakan Injil (Gospel), mencari kekayaan (Gold), dan kebanggaan serta kejayaan (Glory) bagi negaranya.
PROSES MASUKNYA BANGSA BARAT KE INDONESIA
  • Portugis melakukan perjalanan ke India tepatnya di Calcuta dan Goa yang di pimpin oleh Albuquerque untuk mencari rempah-rempah, kemudian melanjutkan perjalanan ke Malaka pada tahun 1511 yang di pimpin oleh Fransisco Serro, tetapi Malaka bukanlah pusat dari rempah-rempah, kemudian melanjutkan perjalanan ke Maluku pada tahun 1512 dan di terima baik oleh kerajaan Ternate karena sedang mangalami konflik dengan Tidore.
  • Spanyol melakukan perjalanan ke Philipina yang di pimpin oleh Magelhaens untuk mencari rempah-rempah, kemudian melanjutkan perjalanan ke Maluku pada tahun 1527 yang di pimpin oleh Sabastian Delcanno, dan di terima baik oleh kerajaan Tidore karena sedang mengalami konflik dengan Ternate.
  • Portugis dan Spanyol pun bertemu di Maluku, maka timbulah perang berebut daerah rempah-rempah. Sehingga Paus pun turun tangan dan mengeluarkan Perjanjian Saragosa yang berisi : Portugis tetap di Maluku, Sedangkan Spanyol kembali ke Philipina
  • Belanda melakukan perjalanan ke Banten pada tahun 1596 yang di pimpin oleh Cornelis De Houtman untuk mencari rempah-rempah, dan di terima baik oleh Banten karena sedang mengalami konflik dengan Palembang.
  • Perjalanan Belanda yang ke dua di pimpin oleh Van Neck dan War Vick  ke Palembang dan di terima dengan baik karena sedang mengalami konflik dengan Banten.
  • Dengan berjalannya waktu banyak orang-orang Belanda yang datang ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah.
        Sumber        : http://usaha321.net/proses-masuknya-bangsa-barat-ke-indonesia.html





TEKS DRAMA

TEKS DRAMA

A. PENGERTIAN

     Teks Drama adalah suatu teks cerita yang dipentaskan di atas panggung atau biasa disebut teater ataupun tidak dipentaskan di atas panggung seperti drama radio, televisi, dan film. Drama secara luas dapat diartikan sebagai salah satu bentuk sastra yang isinya tentang suatu kehidupan yang disajikan atau dipertunjukkan dalam bentuk gerak.

B. UNSUR-UNSUR TEKS DRAMA
    
    Teks drama mengandung beberapa unsur di dalamnya. Apa saja? Yuk, simak penjelasan berikut.
  1. Alur, yaitu berupa rangkaian cerita yang terjadi pada drama.
  2. Amanat, yaitu pesan yang terkandung dalam drama.
  3. Tokoh, yaitu pelaku yang memerankan seorang karakter dalam cerita. Penokohan adalah penggambaran watak setiap tokoh. Ada 3 macam tokoh, protagonis yaitu  tokoh yang menampilkan kebaikan, antagonis yaitu tokoh jahat atau tokoh penentang kebaikan, dan tritagonis yaitu tokoh pendukung protagonis.
  4. Tema, yaitu ide pokok cerita atau gagasan.
  5. Aneka sarana kesastraan dan kedramaan yang mendukung penampilan pelaku dalam suatu drama, contohnya tata panggung dan tata rias.

C. STRUKTUR TEKS DRAMA

unsur-unsur teks drama

D.CONTOH TEKS DRAMA

Berikut adalah salah satu contoh dari teks drama dengan 2 tokoh:
"Mengejar Cita-Cita"

Ada dua anak yang bersahabat sejak kecil yang bernama Adi dan Anjas. Mereka selalu bersama, tetapi semenjak ayah Adi harus pindah kerja mereka berdua pun berpisah. Pada suatu ketika tanpa disengaja mereka bertemu kembali tanpa disadari.
Ketika mereka bertemu, mereka berdua berbincang-bincang. Karena mereka berdua telah kelas 12, mereka pun membicarakan akan kuliah kemanakah mereka setelah lulus SMA nanti.

Anjas : ngomong-ngomong, kamu mau kuliah dimana?
Adi   : aku mau kuliah di PIP.
Anjas  : emangnya kamu ngambil jurusan apa ?
Adi    : pelayaran. Mau jadi Kapten Kapal dong hehehe.. hmmm tapi...
Anjas  : tapi kamu kenapa?
Adi   : tapi aku lemah di pelajaran fisika.
Anjas    : duh jangan sedih dong udah enggak apa-apa. Kalau  kamu belajar lebih giat lagi pasti kamu bisa. Teruslah berusaha, Jangan menyerah. Kejar cita-cita kamu. Eits tapi jangan lupa kalau sudah usaha, kita juga harus tetep berdoa. 
Adi       : iya, makasih ya atas masukannya pasti aku bakal belajar lebih giat lagi.
Anjas   : nah gitu dong. 
Adi       : kalau kamu ? mau kuliah dimana ?
Anjas   : aku belum tau nih. Kira-kira menurut kamu di mana ya? Terus jurusan                   apa?  
Adi     : kalau menurut aku sih lebih baik kamu ikutin kata hati kamu aja. Pastinya               yang sesuai sama bakat dan minat kamu juga.
Anjas  : iya sih. Tapi masalahnya aku belum tau nih bakat aku di mana.
Adi     : ya kalau menurut aku sih bakat kamu sebaiknya minta pendapat ke                      orang lain tentang bakat kamu. Misalnya ke teman, ke guru, ke orang tua              juga pasti. Terus kalau kamu masih bingung juga, aku saranin kamu                      untuk minta petunjuk pada Yang Maha Esa. Ya dengan berdoa lah.
Anjas  : wah makasih juga ya, atas pendapat dan saran kamu. Aku akan coba                   ikutin saran kamu. Oh iya udah sore nih. Aku pulang ya. Makasih Adi .
Adi      : oh iya udah. Sama-sama. Makasih ya Anjas.


Dan setelah perbincangan tadi, mereka berdua menjadi lebih giat belajar lagi. Dan akhirnya Anjas telah mengetahui bakat dan minatnya untuk melanjutkan sekolahnya. Waktu terus berlalu. Tidak terasa mereka berdua telah lulus ujian dan mereka pun ingin melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi yang mereka inginkan. Karena mereka rajin belajar dan berdoa, mereka pun akhirnya diterima di perguruan tinggi yang mereka idam-idamkan.


      Sumber: https://blog.ruangguru.com/pengertian-dan-unsur-unsur-teks-drama

SONG APPRESIATION

"MOTIVATIONAL SONG" A. Videos             B. Lyric                                                       1   Like a ...